Taylor Harwood-Bellis Dapat Peluang Emas di Aston Villa

Author:

Taylor Harwood-Bellis diperkirakan menjalani debutnya bersama Aston Villa saat menghadapi Coventry di ajang Carabao Cup pada Rabu, momen yang ia tunggu sejak bergabung dari Southampton. Bek berusia 24 tahun itu datang dengan banderol 30 juta poundsterling, tetapi belum sekalipun tampil untuk Villa sejak merapat ke Villa Park. Kesempatan ini datang bukan karena situasi ideal, melainkan karena lini belakang Villa sedang bermasalah.

Pelatih Unai Emery sebelumnya sempat menegaskan bahwa kesempatan bagi Harwood-Bellis akan datang pada waktunya. Namun siapa sangka jalan menuju starting line-up justru terbuka lebih cepat akibat badai cedera yang menghantam pertahanan Villa. Laga di CBS Arena itu menjadi ujian pertama bagi bek yang dibeli untuk menggantikan Ezri Konsa, yang hengkang ke Arsenal dengan nilai 51 juta poundsterling.

Debut yang Dinanti di Piala Carabao

Harwood-Bellis sudah lebih dari dua minggu berada di Aston Villa, tetapi kesabarannya langsung diuji karena ia belum mendapat menit bermain sama sekali. Ia bahkan tidak dimasukkan ke dalam skuad Liga Champions, keputusan yang terasa pahit bagi pemain yang baru saja pindah. Kini, laga melawan Coventry menjadi panggung pertama yang kemungkinan besar ia jalani sejak awal pertandingan.

Emery memang berada dalam posisi sulit: ia harus mengintegrasikan pemain-pemain baru ke dalam tim, tetapi tuntutan hasil cepat tetap membayangi setelah awal musim yang buruk. Lini belakang Villa yang belum teruji akan diturunkan di CBS Arena, sehingga penampilan Harwood-Bellis akan disorot tajam. Villa juga diperkirakan menurunkan bek kiri Matteo Ruggeri untuk debut penuh, berdampingan dengan mantan pemain muda Manchester City tersebut.

Krisis Cedera yang Membuka Jalan

Masalah pertahanan Villa muncul ke permukaan setelah kekalahan 2-1 dari Nottingham Forest pada akhir pekan. Dalam laga itu, Villa membiarkan lawan melepaskan 22 tembakan, dengan expected goals Forest mencapai 1,92. Angka tersebut menyusul 21 tembakan yang diterima Villa saat tumbang di markas Brighton pada pekan pembuka, dan Villa hanya memenangi 35,3 persen tekel di laga melawan Forest.

Yang lebih merugikan, Villa kehilangan Pau Torres dan bek kiri Ian Maatsen karena cedera. Persoalan pergelangan kaki Maatsen di akhir laga membuat Villa harus bermain dengan 10 orang setelah Emery menghabiskan seluruh jatah pergantian pemain, sebelum Igor Jesus mencetak gol kemenangan di menit akhir. Maatsen diprediksi absen hingga November, sementara cedera hamstring Torres menahannya sekitar tiga minggu.

Kunjungan Brentford pada 10 Oktober setelah jeda internasional menjadi kemungkinan tanggal kembalinya Torres. Matty Cash juga masih mengidap masalah otot yang membuatnya absen pada kemenangan 3-2 di Liga Champions atas Club Brugge dan saat kalah dari bekas klubnya akhir pekan lalu. Sementara itu, Victor Lindelof yang sudah tampil di enam pertandingan Villa, termasuk kekalahan di Piala Super dari Paris Saint-Germain bulan lalu, kemungkinan diistirahatkan di Coventry.

Statistik dan Tantangan Harwood-Bellis di Premier League

Bek tengah bertipe ball-playing ini membawa catatan menarik sekaligus mengundang tanya. Pada musim 2024-25 bersama Southampton, ia rata-rata melepaskan 67,6 umpan per pertandingan, jauh di atas 50 umpan per laga milik Konsa. Ia juga mencatatkan 1,4 blok dan 4,5 clearance per 90 menit, meski bermain di tim yang terus tertekan.

Namun musim itu berjalan berat bagi Southampton, yang hanya mengumpulkan 12 poin dan finis di dasar klasemen Premier League. Dalam situasi tersebut, Harwood-Bellis membuat empat kesalahan yang berujung gol, dengan rata-rata 0,9 tekel per laga, sedikit di bawah catatan Konsa sebesar 1,0. Musim berikutnya di Championship, ketika Southampton tersingkir dari play-off akibat skandal Spygate, ia menorehkan 7,4 clearance, 0,8 tekel, dan 0,9 intersepsi per pertandingan.

Catatan itu menjelaskan mengapa penampilannya nanti akan menjadi sorotan, meski ia juga punya modal penting untuk Inggris. Pada satu-satunya penampilan bersama tim nasional Inggris pada 2024, ia langsung mencetak gol ke gawang Republik Irlandia. Villa jelas berharap kualitas itu muncul kembali ketika ia kembali berkiprah di Premier League.

Alasan Emery Mencoretnya dari Skuad Eropa

Emery secara terbuka menjelaskan mengapa Harwood-Bellis tidak masuk daftar pemain untuk kompetisi Eropa. Menurutnya, aturan yang membatasi jumlah pemain di kompetisi Eropa menjadi penyebab utama, dan ia mengaku sempat berdiskusi soal kemungkinan menambah kuota pemain. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kebutuhan tim hingga Januari, ketika Villa dijadwalkan menjalani delapan pertandingan.

Pelatih asal Spanyol itu menyebut situasi ini sebagai hal yang berat, baik bagi klub maupun pemain. Ia menyinggung pengalaman sebelumnya bersama Donyell Malen dan Andres Garcia, yang harus menerima keputusan serupa; Malen akhirnya pindah ke Roma pada Januari lalu karena mencari lebih banyak menit bermain. Emery menambahkan bahwa Modou Cisse tidak masuk skuad karena cedera, sementara Brian Madjo masih harus menepi setidaknya dua pekan lagi.

Harwood-Bellis menjadi pemain terakhir yang harus dikorbankan dalam penyusunan skuad tersebut. Emery menilai keseimbangan tim masih bisa dijaga berkat fleksibilitas Lamare Bogarde, dan bahkan Boubacar Kamara dapat dimainkan di posisi bek. Ia berharap bek asuhannya itu tetap bertahan lama di Villa dan mendapat kesempatan tampil di kompetisi Eropa bersama klub, mungkin mulai Januari dan pada musim-musim berikutnya.

Menanti Ujian Selanjutnya bagi Lini Belakang Villa

Apa yang terjadi di Coventry bukan sekadar soal satu pertandingan. Laga tersebut menjadi gambaran bagaimana Villa harus bertahan tanpa sejumlah pemain inti, sekaligus ujian bagi kedalaman skuad yang jarang diuji sekeras ini. Jika Harwood-Bellis mampu tampil tenang, ia berpeluang mengubah statusnya dari pemain yang terpinggirkan menjadi opsi nyata di lini belakang untuk sisa musim.

Sebaliknya, performa yang goyah akan memperkuat keraguan yang sudah muncul sejak ia bergabung, terutama mengingat tekanan hasil yang dihadapi Emery. Villa membutuhkan stabilitas bertahan yang belum mereka temukan dalam beberapa pertandingan terakhir, dan solusi itu harus datang dari pemain yang justru belum pernah bermain. Pilihan Emery mengistirahatkan Lindelof sekaligus menduetkan Ruggeri dan Harwood-Bellis menunjukkan bahwa ia bersedia mengambil risiko demi menjaga kebugaran tim.

Bagi pembaca yang mengikuti perjalanan Aston Villa, laga ini layak dicermati karena memberi jawaban atas dua pertanyaan sekaligus: seberapa dalam kualitas skuad Villa di lini belakang, dan seberapa besar peluang Harwood-Bellis membangun kembali reputasinya di Premier League. Jika ia lolos ujian pertama, jalannya menuju posisi reguler bersama Villa terbuka lebih lebar, termasuk peluang masuk daftar pemain untuk kompetisi Eropa pada Januari nanti.