Turnamen Piala Dunia 2026 hampir pasti akan punya lebih banyak “ending gila” ala Liverpool 1–2 Manchester City: unggul dulu, dibalas gol telat, lalu drama penalti dan VAR di menit tambahan. Kalau kamu berniat serius bermain di turnamen mix parlay World Cup 2026, kamu perlu cara pandang yang kuat agar tidak ikut “runtuh” setiap kali ada momen seperti penalti Erling Haaland di menit 90+ yang mengubah segalanya.
Mulai edisi 2026, Piala Dunia akan diikuti 48 tim—naik 50% dari 32 tim di era sebelumnya. Tim‑tim ini dibagi dalam 12 grup berisi 4 negara, dengan dua tim teratas di tiap grup dan delapan peringkat ketiga terbaik yang lolos ke babak 32 besar.
Efeknya, total pertandingan melonjak dari 64 menjadi 104 laga. Turnamen akan digelar di 16 kota di tiga negara tuan rumah (Amerika Serikat, Kanada, Meksiko), dan tim yang mencapai final akan memainkan 8 pertandingan, bukan lagi 7. Jadwal fase grup dan awal gugur juga lebih rapat: 96 laga pertama dimainkan hanya dalam 27 hari, sebelum fase akhir menuju final 19 Juli 2026. Buat kamu, ini berarti: setiap hari akan ada beberapa laga menarik, dan cukup satu gol telat untuk mengubah hasil slip mix parlay Piala Dunia 2026 yang kamu pegang.
Late drama ala City di Anfield: gambaran risiko menit 90+ di tiket kamu
Di Anfield, Liverpool unggul lebih dulu lewat free kick jarak jauh Dominik Szoboszlai pada menit 74. Dengan hanya tersisa sekitar 15 menit, banyak orang—dan banyak slip bets—mulai membayangkan kemenangan The Reds yang akan memperlebar jarak Arsenal dari City di puncak klasemen.
Tapi seperti kamu tahu, City tidak selesai di situ. Bernardo Silva menyamakan kedudukan di menit 84 lewat volley hasil knockdown Haaland, dan di masa injury time, Alisson menjatuhkan Matheus Nunes di kotak penalti. Haaland, yang sebelumnya hanya mencetak satu gol liga sejak Natal, mengeksekusi penalti menit 90+ untuk mengunci kemenangan 2–1, mengurangi jarak ke Arsenal dari sembilan kembali menjadi enam poin dan menjaga perburuan gelar tetap hidup. Untuk bettor, satu rentang 15 menit ini cukup untuk mengubah:
- Slip yang sebelumnya “on track” di Liverpool -0,5 menjadi kalah.
- Over/under yang tadinya aman di under 2,5 menjadi pecah.
- Mix parlay 3 tim yang bergantung pada hasil imbang berubah status dari menang ke hangus.
Turnamen piala dunia 2026, dengan intensitas dan kualitas tim yang tinggi, akan sering memunculkan pola akhir semacam ini.
Read more