Prancis vs Swedia: Deschamps Yakin “Kapasitas Berbahaya” Timnya Berlanjut di Piala Dunia

Author:

Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, memberikan peringatan keras kepada lawan-lawannya di Piala Dunia. Ia menegaskan bahwa timnya tidak akan mengubah gaya menyerang mereka, terutama saat bersiap menghadapi Swedia di babak 32 besar pada Selasa mendatang. “Kami memiliki kapasitas untuk menciptakan bahaya, dan saya ingin itu terus terjaga,” ujar Deschamps penuh keyakinan.

Deschamps baru saja kembali ke pemusatan latihan setelah cuti karena ibunda tercinta meninggal dunia pekan lalu. Ia mengaku bersyukur atas dukungan luar biasa yang diterima dari para pemainnya. Momen ini menjadi bukti kuatnya ikatan di skuad Les Bleus selama Piala Dunia berlangsung.

Keyakinan Deschamps di Tengah Duka

Meski sedang berduka, Deschamps tetap fokus menghadapi Swedia. “Kami sudah di-label sebagai favorit sebelumnya, dan setelah performa di tiga laga terakhir, status itu tidak hilang,” katanya. Namun ia mengingatkan bahwa turnamen ini kembali ke titik awal. “Kami menghadapi tim yang tidak punya beban dan bisa merepotkan. Kami percaya diri, tapi tidak berlebihan. Secara niat, kami akan melanjutkan apa yang sudah diraih di fase grup.”

Prancis sukses mencetak 10 gol di fase grup, dan menurut Deschamps, angka itu bisa lebih tinggi. “Kami juga kebobolan terlalu banyak peluang. Mungkin ada yang bertanya: apakah kami bisa bertahan dengan cara ini? Tapi kami sudah melakukannya empat tahun lalu, dan tim lain juga menerapkan hal serupa. Saat menguasai bola, kami tidak masalah; saat kehilangan bola, kami harus efisien. Kami punya kemampuan menciptakan bahaya, dan saya ingin itu terus menjadi kekuatan.”

Dukungan Pemain untuk Deschamps

Deschamps bergabung kembali dengan skuad pada Jumat setelah terbang ke Prancis untuk urusan keluarga. Selama ketidakhadirannya, permintaan tim untuk menggunakan ban hitam saat melawan Norwegia ditolak FIFA. Namun Deschamps mengaku tidak terlalu memikirkannya. “Itu tidak banyak berubah bagi saya,” ujarnya. Ia lebih terharu dengan pesan dukungan dari para pemain. “Saya tidak perlu ban hitam. Dengan apa yang dilakukan pemain dan staf serta semua pesan yang saya terima, itu sudah lebih dari cukup.”

Adrien Rabiot, salah satu pemain kepercayaan Deschamps, mengatakan pelatih mereka selalu ada dalam pikiran skuad. “Saat ia mengumumkan kepergian ibunya, itu sebuah kejutan,” kata Rabiot. “Tidak mudah berduka dalam situasi seperti ini, tapi ini sepak bola, kami punya Piala Dunia. Ia kembali dengan tekad kuat. Kami bersatu, kami tahu apa yang ia alami, dan kami akan berusaha memberinya kebahagiaan.”

Swedia: Lawan Tangguh dengan Ancaman Nyata

Deschamps memberikan pujian kepada Swedia. Ia menyebut tim lawan sebagai tim “solid” dengan penyerang kelas dunia. “Mereka sangat fisik, punya kemampuan bagus, dan lini serang mereka berkualitas tinggi. Ada dua pemain bagus di lini tengah, ditambah bola mati dan lemparan ke dalam jauh. Mereka tim solid. Lihat saja tiga penyerangnya, mereka pemain hebat yang bermain di klub besar.”

Prancis sendiri hampir tidak memiliki masalah cedera menjelang jadwal yang semakin padat. Marcus Thuram dipastikan absen karena masalah otot ringan. Sementara N’Golo Kanté diperkirakan akan duduk di bangku cadangan. William Saliba masih dalam penanganan cedera punggung, namun Deschamps yakin bek andalannya akan fit. “Semuanya diatur agar ia hanya melakukan apa yang seharusnya. Ia tidak 100%, tapi jika 99%, itu sudah cukup,” kata Deschamps.

Potter: Swedia Harus Mainkan Laga Terbaik

Di kubu lawan, pelatih Swedia Graham Potter mengakui timnya harus tampil sempurna untuk bisa mengalahkan Prancis. “Mereka punya kualitas di semua lini, baik starter maupun pengganti. Kami sangat menghormati lawan, kualitas pemain, pencapaian mereka, dan fakta bahwa mereka punya pelatih fantastis. Kami tahu tantangan besar menanti. Kami harus memainkan laga terbaik, tapi para pemain dalam kondisi sangat baik.”

Potter menekankan sisi positif dan menolak anggapan bahwa timnya perlu membuktikan sesuatu, meski harus kehilangan bek Alexander Hien karena cedera hamstring. “Jujur saja, posisi kami sekarang dibandingkan sebelumnya adalah sebuah peluang besar. Tim ini sudah memberi saya kenangan indah. Kekuatan terbesar kami adalah kebersamaan, dan kami terus berjuang untuk berkembang. Kami menghadapi salah satu tim terbesar di dunia, dan perasaan saya hanya kegembiraan,” pungkasnya.