Kekalahan Pahit Inggris dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

Author:

Inggris Gagal ke Final Usai Dibungkam Argentina dalam Drama Dua Gol di Atlanta

Semifinal Piala Dunia 2026 menyajikan pertandingan yang menegangkan antara Inggris dan Argentina di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, yang disaksikan oleh 68.239 penonton. Dalam laga yang berlangsung Kamis dini hari, 16 Juli 2026, tim Tiga Singa dipaksa menelan kekalahan pahit 2-1 setelah kebobolan dua gol dalam tujuh menit terakhir. Kekalahan Inggris dari Argentina ini membuat mereka gagal menembus final untuk pertama kalinya sejak 1966.

Inggris sempat unggul lebih dulu lewat gol Anthony Gordon pada awal babak kedua. Namun, Argentina sebagai juara bertahan menunjukkan mental juara dengan membalikkan kedudukan melalui gol Enzo Fernandez di menit ke-85 dan sundulan Lautaro Martinez di masa injury time (90+2). Lionel Messi menjadi arsitek kedua gol tersebut, membuktikan perannya sebagai pemain kunci di usia emasnya.

Kronologi Gol dan Jalannya Pertandingan

Babak Pertama: Tanpa Tembakan Tepat Sasaran

Sepanjang 45 menit pertama, kedua tim bermain keras dengan 19 pelanggaran dan dua kartu kuning. Peluang pertama datang dari sundulan John Stones yang masih melebar. Tidak ada satu pun tembakan mengarah ke gawang hingga turun minum. Argentina mulai meningkatkan tekanan setelah jeda, dengan Julian Alvarez menguji Jordan Pickford di menit ke-47.

Gol Pembuka Inggris dan Ketangguhan Pickford

Inggris akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-55. Umpan silang Morgan Rogers disambut Anthony Gordon di tiang jauh untuk membawa Inggris unggul 1-0. Argentina nyaris menyamakan skor saat Nico Gonzalez menyundul umpan Messi, tetapi Pickford bereaksi cepat menepis bola. Enam menit kemudian, giliran Alexis Mac Allister yang kepalanya membentur tiang gawang.

Comeback Argentina dalam 7 Menit

Setelah Inggris berganti formasi menjadi lima bek pada menit ke-71, Argentina mengambil alih kendali permainan. Pada menit ke-85, Fernandez melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu dihalau Pickford. Ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Messi mengirimkan umpan silang matang yang disundul Martinez untuk memastikan kemenangan 2-1. Kekalahan Inggris dari Argentina ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Thomas Tuchel.

Keputusan Kontroversial Thomas Tuchel

Pergantian Defensif yang Berdampak Buruk

Tuchel mengambil keputusan mengejutkan dengan memasukkan bek tambahan dan mengubah formasi menjadi 5-4-1 demi mempertahankan keunggulan. Akibatnya, Inggris hanya menguasai 12 persen penguasaan bola setelah gol Gordon hingga gol kemenangan Argentina. “Kami terlalu pasif setelah mencetak gol,” aku Tuchel kepada BBC Sport. Meski demikian, ia menyatakan tidak menyesali keputusannya dan akan tetap memimpin Inggris menuju Euro 2028.

Kapten Inggris Harry Kane mengkritik pendekatan tersebut. “Saat kami unggul 1-0, kami hanya mencoba bertahan. Di level ini, itu tidak cukup,” ujarnya kecewa. Para pengamat juga menilai Tuchel melakukan kesalahan taktik yang sama seperti era Gareth Southgate.

Reaksi dan Analisis dari Pakar

Paul Merson: Tuchel Ulangi Kesalahan Southgate

Legenda Arsenal Paul Merson mengkritik keras strategi Tuchel. “Saya pikir Tuchel akan memberikan sesuatu yang berbeda, tetapi yang terjadi justru kami bertahan total. Begitu Argentina mencetak gol, kami punya terlalu banyak pemain belakang di lapangan,” ujarnya di Sky Sports News.

Rob Dorsett: Tuchel Layak Disalahkan

Koresponden Sky Sports, Rob Dorsett, melaporkan dari Atlanta bahwa Tuchel mengambil risiko besar dengan menarik mundur garis pertahanan lebih dari 30 menit. “Argentina bisa mencetak lebih banyak gol. Inggris tidak bisa mengeluh; tim yang lebih baiklah yang menang. Tapi ada perasaan bahwa ini sebagian besar disebabkan oleh keputusan sendiri,” tulisnya.

Statistik yang Mencela

Setelah gol Gordon, Inggris tidak mencatat satu pun sentuhan di kotak penalti lawan. Hanya tujuh operan di sepertiga akhir lapangan. “Kecemasan khas Inggris dan perjudian Tuchel mengundang juara bertahan serta pemain terbaik sepanjang masa untuk menekan. Dua assist Messi adalah hukuman yang sempurna,” tulis Ron Walker dari Sky Sports.

Poin Penting dari Pertandingan

  • Gol cepat Gordon (55′) menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran Inggris sepanjang laga.
  • Performa Messi: dua assist dan pergerakan tanpa bola yang mengubah ritme permainan.
  • Pergantian Tuchel justru membuat Inggris kehilangan keseimbangan dan gagal memanfaatkan momentum.
  • Argentina berpotensi menjadi juara dunia bertahan pertama sejak Brasil 1962 jika menang di final melawan Spanyol.
  • Inggris masih harus menjalani laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis di Miami.

Kesimpulan: Pelajaran Berharga bagi Inggris

Kekalahan Inggris dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga pelajaran tentang manajemen pertandingan. Keputusan Tuchel untuk bermain defensif terlalu dini justru membuka celah bagi tim sekelas Argentina. Sementara itu, Scaloni memuji karakter timnya yang tidak pernah menyerah. Inggris kini harus bangkit untuk Euro 2028, dengan keyakinan bahwa perubahan taktik yang lebih berani mungkin diperlukan jika ingin mengakhiri puasa gelar sejak 1966.