Eva Olid Resmi Jadi Manajer Manchester United Wanita

Author:

Manchester United resmi menunjuk Eva Olid sebagai manajer baru tim wanita mereka dengan kontrak berdurasi dua tahun serta opsi perpanjangan 12 bulan. Pelatih asal Spanyol berusia 40 tahun itu sebelumnya sukses membawa Hearts meraih gelar perdana Scottish Women’s Premier League (SWPL) musim lalu. Penunjukan ini menjadi kejutan menyenangkan bagi pendukung Setan Merah yang tengah menantikan arah baru setelah kepergian Marc Skinner.

Olid menggantikan Marc Skinner yang meninggalkan kursi kepelatihan melalui kesepakatan bersama pada Senin lalu, hanya sebulan sebelum kompetisi Women’s Super League (WSL) musim 2024/25 dimulai. Kehadirannya diharapkan mampu membawa gaya permainan segar sekaligus menjadi jawaban atas kritik terhadap ambisi klub di sepak bola wanita. Dengan pengalaman membangun tim dari nol di Edinburgh, Eva Olid dinilai punya kapasitas untuk membawa Manchester United Wanita bersaing di papan atas.

Profil Eva Olid: Dari Edinburgh ke Manchester United

Eva Olid memang bukan nama asing di kancah sepak bola wanita Skotlandia, meski ia datang ke Edinburgh sebagai sosok yang nyaris tidak dikenal. Selama lima tahun menukangi Hearts, ia berhasil mengubah wajah tim yang sebelumnya tidak pernah dianggap sebagai penantang gelar. Ketika ia pergi pada Mei lalu, Hearts justru berada di puncak klasemen SWPL—sebuah transformasi yang nyaris mustahil diprediksi sebelumnya.

Selain mengamankan trofi pertama dalam sejarah klub, Olid juga mengantarkan Hearts ke final domestik pertama mereka di final Piala Skotlandia 2024. Sayangnya, langkah mereka harus terhenti setelah kalah dari Rangers. Meski begitu, pencapaian tersebut tetap menjadi catatan manis yang membuat namanya dilirik oleh klub sebesar Manchester United.

Olid sendiri mengaku tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya atas kesempatan ini. “Kesempatan menjadi pelatih kepala Manchester United Women adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” ujarnya dalam pernyataan resmi klub. Ia menambahkan bahwa skuad United sudah memiliki begitu banyak talenta dan ia sangat antusias untuk membantu para pemain mencapai potensi terbaik mereka.

Alasan Manchester United Memilih Eva Olid

Salah satu pertimbangan utama Manchester United dalam mencari pengganti Skinner adalah rekam jejak pelatih dalam mengembangkan pemain. Sumber internal klub menyebutkan bahwa kriteria ini menjadi syarat penting dalam proses rekrutmen. Olid dinilai memenuhi kriteria tersebut dengan catatan impresifnya membina talenta muda di Hearts.

Olid memiliki rekam jejak yang mumpuni dalam mengembangkan pemain muda, termasuk kembar Erin dan Jess Husband yang melakukan debut di bawah asuhannya saat masih berusia 15 tahun. Direktur sepak bola wanita Manchester United, Matt Johnson, menyambut antusias kedatangan pelatih asal Spanyol tersebut. “Eva adalah pelatih yang sempurna untuk membawa kami memasuki era baru yang menarik—ia sejalan dengan komitmen kami untuk mengembangkan pemain muda dan pemain lokal,” ujar Johnson kepada media resmi klub.

Gaya Bermain dan Taktik Eva Olid di Hearts

Olid dikenal dengan pendekatan menyerang total yang ia terapkan di Hearts. Formasi andalannya adalah 3-4-3 dengan penjaga gawang yang diminta berperan aktif sebagai bek keempat dalam membangun serangan. Hasilnya, Hearts menjadi tim dengan koleksi gol terbanyak di SWPL musim lalu dengan 85 gol, unggul jauh dari Rangers yang berada di posisi kedua dengan 80 gol.

Menariknya, Olid juga piawai mengubah strategi ketika situasi menuntut. Gagal mengalahkan Glasgow City dalam empat musim pertamanya, ia sengaja bermain defensif pada pertemuan April lalu dan memenangi laga 1-0 untuk memuncaki klasemen. Pertandingan itu sekaligus menjadi ajang pengumuman kepergiannya, karena ia mengaku tidak mau pergi tanpa merasakan kemenangan atas Glasgow City setidaknya sekali.

Georgia Hunter, mantan kapten Hearts yang pindah ke Ipswich musim panas ini, memberikan pujian tinggi untuk mantan bosnya itu. “Dia manajer yang hebat, sangat-sangat bagus. Saya belajar banyak darinya. Transisi bersama semua pemain dan ke mana dia membawa klub ini benar-benar luar biasa,” kata Hunter kepada BBC Sport.

Data di Balik Kesuksesan Eva Olid di Skotlandia

Statistik Hearts di musim juara mereka menunjukkan keseimbangan yang menarik antara penguasaan bola dan efektivitas menyerang. Hearts menempati peringkat kedua untuk build-up attack namun pertama untuk direct attack, membuktikan kemampuan mereka membangun serangan dengan sabar maupun cepat. Rata-rata penguasaan bola mencapai 56,8 persen, tertinggi keempat di liga, yang menunjukkan dominasi permainan mereka.

Meski banyak menguasai bola, permainan Hearts tidak membosankan atau lambat. Hanya satu tim yang menghasilkan lebih banyak tembakan dari serangan balik cepat, dan Hearts tercatat menciptakan 71 peluang emas (big chances), tertinggi ketiga di divisi tersebut. Rasio xG per tembakan mereka sebesar 0,116 juga menempati peringkat ketiga, artinya mereka konsisten menciptakan peluang berkualitas daripada sekadar melepaskan tembakan dari posisi sulit.

Saat bertahan, Hearts lebih mengandalkan organisasi ketimbang agresivitas berlebihan. Mereka menempati peringkat kelima untuk high turnovers dan hanya kebobolan 35 peluang emas sepanjang musim, terbaik keempat di liga. Kombinasi inilah yang membuat Hearts mampu mengontrol permainan sekaligus tetap berbahaya saat ada celah untuk membangun serangan balik—modal berharga yang kini akan dibawa Olid ke Manchester.

Tantangan Eva Olid di WSL Musim Ini

Meski catatannya di Skotlandia mengesankan, Olid tetap menghadapi tanda tanya besar karena belum pernah diuji di WSL maupun kompetisi Eropa. Para pengamat menyebut penunjukan ini sebagai keputusan yang menarik mengingat kapasitasnya masih belum teruji di panggung yang jauh lebih kompetitif. Tekanan pekanan WSL jelas merupakan level yang berbeda dari apa yang ia hadapi di SWPL.

Kepergian Skinner juga memunculkan kembali pertanyaan tentang seberapa besar ambisi Manchester United terhadap tim wanitanya. Pengawasan terhadap Olid dipastikan berlangsung ketat sejak hari pertama, dan ia harus meredam frustrasi penggemar yang selama beberapa tahun terakhir menuntut progres lebih nyata. Tugas pertamanya adalah merevitalisasi skuad yang menipis pada musim panas ini, mengintegrasikan talenta muda, dan menyiapkan tim untuk laga pembuka.

Manchester United akan memulai musim WSL mereka melawan London City Lionesses pada 4 September, hanya empat pekan lagi dari waktu penunjukan ini. Laga tersebut akan menjadi barometer awal untuk menilai arah United di bawah kepemimpinan baru. Menariknya, proses penunjukan Olid berlangsung sangat cepat—kontraknya ditandatangani hanya dalam 24 jam karena klub memang sudah mematangkan rencana rekrutmen sebelum Skinner resmi hengkang.

Amy Canavan dari BBC Sport Scotland, yang intens mengikuti perjalanan Olid di Hearts, menilai kesempatan ini memang layak didapatkannya. “Kami yakin dia punya tujuan istimewa setelah meninggalkan Hearts,” kata Canavan. “Dia 100 persen pantas mendapat kesempatan ini dan sudah siap untuk itu.” Apalagi, Olid juga sempat bekerja dengan tim nasional wanita Skotlandia, yang menambah pengalamannya di level internasional.

Penunjukan Eva Olid sebagai manajer Manchester United Wanita membawa harapan baru sekaligus tantangan besar. Rekam jejaknya di Hearts menunjukkan kapasitas untuk membangun tim, mengembangkan pemain muda, dan memainkan sepak bola menyerang yang atraktif. Namun, WSL adalah panggung yang jauh lebih kompetitif dan ia harus segera membuktikan diri di depan para penggemar yang menuntut hasil nyata.

Dengan skuad bertalenta seperti Ella Toone, Lea Schuller, dan Elisabeth Terland di lini depan, Olid memiliki modal berharga untuk memulai era barunya. Dukungan penuh dari manajemen klub pun sudah ia dapatkan sejak hari pertama. Kini semua mata tertuju pada laga pembuka melawan London City Lionesses—akankah sentuhan ajaib ala Hearts bisa terulang di Manchester? Kita tunggu bersama kelanjutan kisah Eva Olid di panggung WSL.