Lionel Messi Beli Klub Eldense, Jadi Pemilik Mayoritas

Author:

Klub divisi dua Spanyol, Eldense, mengumumkan bahwa Lionel Messi telah mencapai “kesepakatan awal” untuk menjadi pemegang saham mayoritas klub tersebut. Kabar Lionel Messi beli klub Eldense ini menandai babak baru bagi bisnis sang pemain di sepak bola Spanyol. Eldense akan menjadi klub Spanyol kedua yang dimasuki Messi sebagai investor.

Kesepakatan itu belum final dan masih bergantung pada sejumlah prosedur hukum serta perizinan. Di sisi lain, Eldense tengah menghadapi situasi yang tidak mudah di kompetisi, sehingga kehadiran sosok sebesar Messi dianggap bisa memberi dampak besar. Messi sendiri kini masih aktif bermain untuk klub Major League Soccer (MLS), Inter Miami.

Rincian Kesepakatan Lionel Messi Beli Klub Eldense

Dalam pernyataan resminya, Eldense menyebut bahwa pihaknya telah menjalin kesepakatan awal dengan Messi untuk mengambil alih saham yang saat ini dimiliki oleh Grupo TH Soluciones. Jika rampung, langkah itu akan mengantarkan Messi menjadi pemegang saham mayoritas klub. Posisi tersebut membuatnya punya pengaruh besar atas arah kebijakan dan masa depan Eldense.

Meski begitu, klub menegaskan bahwa transaksi belum tuntas sepenuhnya. Eldense menyatakan proses ini masih menunggu penyelesaian prosedur hukum dan kontrak yang tersisa, termasuk proses uji tuntas atau due diligence. Selain itu, transaksi juga membutuhkan izin dari Dewan Olahraga Nasional Spanyol (CSD) sebelum bisa berjalan penuh.

Hingga kini, belum ada pernyataan langsung dari Messi mengenai kesepakatan ini. BBC Sport disebut telah berupaya menghubungi pemain tersebut untuk meminta komentar. Artinya, sebagian besar informasi yang beredar baru bersumber dari pengumuman resmi pihak Eldense, bukan dari kubu Messi.

Bukan Investasi Pertama di Sepak Bola Spanyol

Eldense bukan klub Spanyol pertama yang dimasuki Messi. Pada April lalu, ia lebih dulu membeli klub asal Katalonia, Cornella. Klub tersebut saat ini berlaga di kasta kelima sepak bola Spanyol, jauh di bawah level kompetisi yang biasa diikuti pemain-pemain papan atas.

Saat mengumumkan masuknya Messi, Cornella menilai langkah tersebut menegaskan kedekatan Messi dengan Barcelona serta komitmennya terhadap pengembangan olahraga dan bakat lokal di Katalonia. Pernyataan itu menunjukkan bahwa kepemilikan klub bagi Messi bukan sekadar urusan bisnis semata. Ada pula pesan keterikatan emosional dengan wilayah yang membesarkannya.

Keterikatan itu memang punya akar panjang. Messi meninggalkan Argentina menuju Spanyol ketika berusia 13 tahun. Ia menjalani debut bersama tim utama Barcelona pada usia 17 tahun di bulan Oktober 2004, lalu berkembang menjadi ikon klub tersebut.

Bersama Barcelona, Messi mencetak rekor 672 gol dalam 778 pertandingan sebelum hijrah ke klub Prancis, Paris St-Germain, pada 2021. Setelah itu, ia bergabung dengan Inter Miami di Amerika Serikat pada 2023. Sejumlah catatan itu menjelaskan mengapa kehadirannya di sepak bola Spanyol selalu menyita perhatian.

Kondisi Eldense di Tengah Proses Akuisisi

Eldense berbasis di Alicante dan saat ini tengah berjuang di kompetisi divisi dua Spanyol. Dari empat pertandingan musim ini, klub hanya mengumpulkan dua poin. Posisi mereka pun terpuruk di peringkat ke-20 klasemen La Liga 2.

Tekanan di lapangan sudah berujung pada perubahan di kursi pelatih. Eldense berpisah dengan pelatih kepala Claudio Barragan pada pekan ini. Kondisi tersebut membuat kabar masuknya Messi datang pada momen yang cukup sensitif bagi klub.

Di satu sisi, prestasi tim yang belum membaik bisa jadi alasan mengapa kehadiran investor besar dibutuhkan. Di sisi lain, proses akuisisi yang belum tuntas membuat belum jelas seberapa cepat dampaknya bisa dirasakan klub. Kombinasi dua hal ini membuat situasi Eldense menarik untuk dicermati.

Apa Arti Kesepakatan Ini bagi Eldense dan Messi

Bagi Eldense, nama Messi berpotensi mendatangkan perhatian yang jauh melebihi biasanya bagi klub sekelas peserta divisi dua. Sorotan global bisa membuka peluang baru, mulai dari sisi komersial hingga daya tarik bagi pemain dan sponsor. Dengan posisi di papan bawah, klub tentu berharap efek itu turut membantu di sisi olahraga.

Namun, menjadi pemegang saham mayoritas juga berarti tanggung jawab besar. Messi harus menyesuaikan diri dengan seluk-beluk pengelolaan klub, termasuk regulasi dan persetujuan dari otoritas olahraga Spanyol. Proses uji tuntas yang sedang berjalan menjadi tahap penting untuk memastikan semua aspek terpenuhi.

Bagi Messi, langkah ini memperkuat perannya sebagai pemilik klub, bukan hanya sebagai pemain. Pola ini menunjukkan minatnya membangun warisan di dunia sepak bola setelah karier bermainnya berakhir. Setelah pensiun dari tim nasional, peran di balik layar seperti ini bisa menjadi arah baru kariernya.

Konteks Lebih Luas: Tren Pemain Jadi Pemilik Klub

Langkah Messi sejalan dengan tren yang mulai terlihat di kalangan pesepak bola elite. Pada Februari lalu, Cristiano Ronaldo, mantan rivalnya di Real Madrid yang kini memperkuat Al-Nassr di Liga Arab Saudi, membeli 25 persen saham klub Spanyol, Almeria. Keputusan keduanya menunjukkan minat yang sama pada kepemilikan klub.

Investasi semacam ini umumnya dipandang sebagai cara pemain membangun fondasi bisnis jangka panjang. Selain mendatangkan potensi keuntungan, kepemilikan klub juga memberi ruang untuk memengaruhi arah pengembangan olahraga di suatu daerah. Bagi klub-klub kecil, masuknya nama besar bisa menjadi titik balik.

Yang perlu diingat, setiap kesepakatan tetap harus melewati sejumlah tahap sebelum sah sepenuhnya. Belum ada kepastian kapan proses akuisisi Eldense akan rampung, termasuk apakah seluruh syarat hukum dan perizinan bisa terpenuhi. Sampai saat itu, statusnya masih berupa kesepakatan awal.

Penutup

Kesepakatan awal antara Lionel Messi dan Eldense menjadi langkah terbaru sang pemain dalam memperluas pengaruhnya di sepak bola Spanyol, setelah sebelumnya masuk ke Cornella. Transaksi masih menunggu uji tuntas dan izin dari otoritas olahraga Spanyol, sehingga belum bisa disebut tuntas.

Sementara itu, Eldense sendiri sedang dalam kondisi sulit dengan posisi di dasar klasemen dan baru saja berganti pelatih. Bagaimana kesepakatan ini berakhir, dan seberapa besar dampaknya bagi klub maupun bagi peran baru Messi, masih akan terjawab dalam beberapa waktu ke depan.