Insiden pit stop Lewis Hamilton di Grand Prix Belgia 2026 membuat sang pembalap Ferrari mengaku hancur hati. Ia tanpa sengaja menabrak seorang mekanik tim saat keluar dari pit box, yang kemudian berujung denda besar dari steward. Kejadian ini menambah drama di Sirkuit Spa-Francorchamps dan menyita perhatian para penggemar Formula 1.
Beruntung, mekanik yang tertabrak tidak mengalami cedera serius. Hamilton segera menghentikan mobilnya dan memastikan kondisi kru tim sebelum melanjutkan balapan. Meski demikian, insiden ini memicu investigasi pasca-balapan yang berakhir dengan hukuman finansial bagi Scuderia Ferrari.
Kronologi Insiden Pit Stop Hamilton
Kejadian bermula saat Hamilton masuk pit untuk menjalani penalti waktu lima detik akibat insiden dengan George Russell di lap awal. Setelah penalti selesai, lampu hijau menyala dan Hamilton langsung melaju. Namun, salah satu mekanik masih berada di depan mobil untuk melakukan penyesuaian sayap depan. Ban kanan depan mobil Hamilton pun menghantam mekanik itu hingga membuatnya terjatuh.
Tim Ferrari mengakui adanya instruksi yang terlambat untuk penyesuaian sayap, komunikasi yang kurang jelas, dan mekanik yang tidak melihat lampu hijau. Kombinasi situasi rumit inilah yang menyebabkan kecelakaan pit stop Hamilton tersebut. Steward mencatat bahwa pengemudi tidak bisa disalahkan karena ia hanya mengikuti sinyal.
Denda Ferrari dan Keputusan Steward
Setelah penyelidikan, steward menjatuhkan denda sebesar €30.000 kepada Ferrari. Sebesar €10.000 dari jumlah itu ditangguhkan selama satu tahun. Hukuman ini dijatuhkan karena pelepasliaran yang tidak aman (unsafe release). Meski demikian, Hamilton tetap mempertahankan posisi keempat di akhir balapan karena steward menganggap ia juga mengalami kerugian olahraga akibat keterlambatan di pit.
Hasil tersebut membuat Hamilton naik ke posisi kedua klasemen pembalap, unggul tipis atas George Russell, dengan selisih 45 poin dari Kimi Antonelli yang memenangi balapan di Spa.
Reaksi Hamilton: Kenangan Pahit 2018
Usai balapan, Hamilton mengaku langsung teringat insiden serupa pada GP Bahrain 2018, saat Kimi Raikkonen menabrak mekanik Ferrari hingga kaki korban patah. “Ketika itu terjadi, ingatan itu langsung melintas di pikiranku. Hatiku benar-benar hancur sesaat,” ungkap Hamilton kepada Sky Sports F1.
Ia bersyukur mengetahui bahwa mekanik kali ini tidak terluka. “Lampu hijau menyala, saya pun melaju. Anda melihat ke kiri ke arah lampu, tidak ke samping. Itu lebih merupakan kesalahan tim. Tapi saya sangat lega dia baik-baik saja,” tambahnya.
Dampak pada Hasil Balapan
Hamilton juga menyoroti kesalahannya sendiri di sesi kualifikasi yang menjadi awal dari rangkaian masalah. Ia mengalami kecelakaan di latihan bebas ketiga, yang merusak mobil. Setelah diperbaiki, ada komponen suspensi yang terlewat sehingga keseimbangan mobil berubah. Akibatnya ia kehilangan potensi dua hingga tiga persepuluh detik per lap.
“Saya tidak menganggap diri saya sial. Saya pikir itu kesalahan saya sendiri kemarin, jadi saya bertanggung jawab penuh atas finis keempat,” tegas Hamilton. “Tanpa kerusakan itu, saya yakin kami bisa bersaing untuk kemenangan.”
Insiden pit stop Hamilton ini menambah daftar momen menegangkan di musim 2026. Ferrari terus berupaya memperbaiki prosedur pit stop mereka setelah kejadian ini. Formula 1 kini bergerak menuju Grand Prix Hongaria di Budapest, yang akan disiarkan langsung oleh Sky Sports F1 akhir pekan ini.
Kesimpulan: Kecelakaan pit stop Hamilton di GP Belgia menjadi pengingat betapa pentingnya komunikasi dan koordinasi yang sempurna di dalam tim. Meski berakhir dengan denda, Hamilton dan Ferrari beruntung tidak ada cedera serius. Kini fokus beralih ke seri berikutnya dengan pelajaran berharga yang didapat.
