Gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, mengaku “sangat sedih” karena tidak kunjung mendapat tawaran kontrak baru dari klub. Pemain asal Argentina itu bahkan menyebut ada sejumlah “opsi” untuk meninggalkan Anfield pada bursa musim panas lalu. Pernyataan blak-blakan tersebut ia sampaikan kepada media jelang laga Liga Champions melawan Atletico Madrid pada Rabu.
Kabar ini tentu mengejutkan, mengingat Mac Allister baru bergabung dari Brighton pada Juni 2023 dengan ikatan kontrak berdurasi lima tahun. Ia pun masih memiliki sisa masa bakti hampir dua tahun di Liverpool, sehingga seharusnya tidak ada tekanan mendesak untuk segera memperpanjang. Namun, situasinya terasa pahit ketika dua rekan setimnya, Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch, justru mendapatkan perpanjangan kontrak pada tahun ini. Liverpool pun kini dihadapkan pada saga kontrak yang belakangan semakin sering menghampiri mereka.
Mac Allister Akui Sedih Tak Dapat Tawaran Kontrak Baru
Dalam wawancara jelang laga kontra Atletico, pemain berusia 27 tahun itu mengaku menerima kabar kurang menyenangkan dari pihak klub. “Saya menerima kabar bahwa klub tidak dalam posisi untuk menawarkan kontrak baru kepada saya, yang tentu saja membuat saya sangat, sangat sedih,” ujarnya. Ia pun menegaskan bahwa dirinya selalu memberikan segalanya bagi Liverpool, baik di sesi latihan maupun dalam pertandingan.
“Semua orang bisa melihat bahwa saya memberikan 100 persen untuk klub sepak bola ini setiap hari di latihan dan pertandingan. Tentu, saya bisa tampil sangat bagus dan juga buruk, seperti semua orang, tapi saya selalu memberikan yang terbaik,” kata Mac Allister. Yang membuatnya semakin pilu, ia melihat Szoboszlai dan Gravenberch mendapat kontrak baru lebih dulu. “Saya melihat Dominik dan Ryan memperpanjang kontrak mereka, dan itu membuat saya sangat bahagia karena mereka layak mendapatkannya. Namun, di saat yang sama, sedikit menyedihkan karena saya belum mendapatkannya. Tentu, masih ada waktu,” tambahnya.
Menariknya, Mac Allister mengungkapkan bahwa ia tidak pernah berkomunikasi langsung dengan Liverpool terkait keputusan tersebut. Meski demikian, ia meminta para pendukung untuk tetap tenang dan percaya pada komitmennya. “Para penggemar tidak perlu khawatir karena saya akan memberikan 100 persen hingga hari terakhir saya di sini,” tegasnya.
Kronologi: Dari Gelar Premier League hingga Musim yang Berat
Mac Allister merupakan salah satu tokoh kunci di balik kesuksesan Liverpool merebut gelar Premier League pada musim 2024-25. Pada musim itu, ia mencatatkan lima gol dan lima assist, sekaligus menjadi bukti kualitasnya sejak tiba dari Brighton. Namun, performa tersebut sulit diulang pada musim berikutnya, dan Mac Allister sendiri mengakuinya dengan jujur.
“Itu bukan musim yang bagus bagi saya secara individu maupun bagi kami sebagai tim,” ujarnya mengenang musim lalu. Liverpool saat itu harus puas finis di peringkat kelima klasemen akhir, yang berujung pada pemecatan Arne Slot dari kursi manajer. Posisi tersebut kemudian diberikan kepada Andoni Iraola pada bursa musim panas ini.
Anehnya, dari sisi jumlah penampilan, Mac Allister justru tampil lebih sering pada musim yang berat tersebut. Ia mencatatkan 55 laga pada musim lalu, meningkat dibandingkan 49 pertandingan pada musim 2024-25. Namun, kepercayaan pelatih sempat dipertanyakan setelah ia hanya menjadi pemain pengganti pada laga pembuka Premier League melawan Newcastle, sebelum akhirnya dipercaya tampil sebagai starter dalam dua pertandingan terakhir.
Sempat Punya Opsi Hengkang, tapi Mac Allister Cinta Liverpool
Nama Mac Allister sempat dikaitkan dengan Manchester City dalam beberapa pekan terakhir. Ia pun mengakui bahwa ada peluang untuk pergi pada bursa musim panas kemarin. “Ada opsi untuk meninggalkan klub pada musim panas ini. Saya pikir saat ini saya berada di klub yang tepat dan punya pola pikir yang tepat untuk memberikan 100 persen bagi klub ini,” jelasnya.
Baginya, Liverpool bukan sekadar tempat bekerja, melainkan klub yang sudah memberinya banyak kenangan. “Kami memenangkan Premier League bersama, kami melewati masa-masa sulit bersama, dan saya selalu memberikan yang terbaik. Jadi, kita lihat saja nanti apa yang terjadi,” ungkap peraih Piala Dunia 2022 bersama Argentina ini. Ia juga menyampaikan rasa cintanya secara gamblang kepada klub, suporter, dan kota Liverpool. “Saya mencintai klub ini. Saya mencintai para penggemar. Saya tahu betul ini klub yang luar biasa, dan kota ini punya sesuatu yang sangat istimewa. Saya senang berada di sini.”
Meskipun situasi kontraknya belum jelas, Mac Allister menegaskan bahwa ia tidak merasa perlu membuktikan apa pun. “Saya tidak merasa harus membuktikan sesuatu, tapi saya harus menunjukkan level permainan yang bisa saya tampilkan, dan mudah-mudahan itu terjadi,” katanya. Ia pun menilai bahwa tetap berada di Liverpool adalah pilihan yang tepat untuk mengembalikan performa terbaiknya.
Andoni Iraola: Mac Allister Tetap Pemain Penting
Pelatih anyar Liverpool, Andoni Iraola, buka suara terkait situasi kontrak anak asuhnya itu. Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, setiap pemain memang memiliki situasi personal yang berbeda dalam urusan kontrak. “Yang terpenting adalah dia ingin bertahan di sini. Kami memang belum lama bersama, tapi dia adalah pemain penting dan saya menilainya sangat tinggi,” ujar Iraola.
“Masih ada banyak waktu untuk membicarakan situasi kontrak semacam ini,” tambahnya. Hingga saat ini, Mac Allister mengaku belum pernah berbicara langsung dengan Iraola soal perpanjangan kontrak. Namun, ia melihat kualitas sang pelatih sejak sesi pramusim dimulai.
“Sejak saya datang ke pramusim dan bekerja dengan Andoni, saya bisa melihat sesuatu yang istimewa. Dia pelatih yang sangat bagus, tahu betul apa yang ingin dia lakukan, dan kami sedang berusaha mewujudkannya,” ungkap gelandang berusia 27 tahun itu. Lebih lanjut, ia mengaku belum pernah membahas soal kontrak dengan sang pelatih. “Tapi, ketika saya melihat cara dia ingin kami bermain dan cara kami berlatih, saya pikir ini bisa menjadi tahun yang sukses,” pungkasnya.
Kontrak Mac Allister: Pengumuman yang Mengejutkan di Awal Musim
Pengakuan Mac Allister yang begitu terbuka tentu mengejutkan banyak pihak, apalagi musim baru baru saja dimulai. Analis BBC bahkan menyebut momen ini mengingatkan pada pernyataan Mohamed Salah yang pernah mengaku “lebih mungkin pergi daripada bertahan”. Bedanya, Mac Allister masih memiliki sisa kontrak hampir dua tahun, sehingga situasinya tidak sesegera kasus Salah.
BBC Sport memahami bahwa mantan direktur olahraga Liverpool, Richard Hughes, sempat terlibat dalam diskusi dengan pihak Mac Allister. Namun, petinggi The Reds dikabarkan memilih untuk tidak memberikan tawaran kontrak baru setelah kampanye musim lalu yang berada di bawah standar. Keputusan itu pula yang akhirnya membuat Mac Allister merasa sedih, meski ia tetap menegaskan tidak ingin membuktikan apa pun kepada publik.
Di sisi lain, komentar jujur Mac Allister bisa dibaca sebagai strategi untuk mengukur respons para pendukung Anfield. Liverpool sendiri akan segera memiliki direktur olahraga baru dalam waktu dekat, sehingga arah kebijakan transfer dan kontrak bisa berubah. Jika Mac Allister kembali menemukan performa terbaiknya, bukan tidak mungkin kisahnya bersama Liverpool masih akan berlanjut ke babak berikutnya.
Situasi kontrak Mac Allister di Liverpool kini menjadi salah satu cerita yang patut disorot sepanjang musim. Dengan sisa kontrak yang masih hampir dua tahun, baik pemain maupun klub sebenarnya punya waktu untuk saling meyakinkan. Yang jelas, Mac Allister berjanji akan tetap tampil maksimal selama masih berseragam Liverpool, dan kini giliran klub yang menentukan langkah selanjutnya.
Apakah ini awal dari perpisahan atau justru babak baru yang memperkuat ikatan keduanya? Jawabannya akan sangat bergantung pada konsistensi performa Mac Allister di lapangan. Liverpool dan para penggemarnya hanya bisa menanti bagaimana saga ini berakhir.
