Phil Parkes, legenda Wolverhampton Wanderers, meninggal dunia pada usia 79 tahun. Mantan penjaga gawang tersebut menghabiskan 18 tahun kariernya bersama Wolves, dari 1960 hingga 1978, dengan total 382 penampilan. Ia pertama kali bergabung dengan klub asal West Midlands itu ketika masih berstatus pelajar sekolah.
Kabar duka ini tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga besar Wolverhampton Wanderers, mengingat Parkes telah menjadi bagian dari keluarga klub selama hampir tujuh dekade. Salah satu mantan rekan setimnya, John Richards, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam melalui wawancaranya dengan BBC Radio WM. Parkes dikenang bukan hanya sebagai kiper tangguh, tetapi juga sosok yang hangat dan selalu siap melindungi orang-orang di sekitarnya.
Karier Panjang Phil Parkes Bersama Wolves
Parkes memulai kiprahnya di Wolves dari akademi muda dan berhasil menembus tim utama pada 1966. Sebanyak 382 penampilan ia catatkan selama membela Wolves, sebuah angka yang membuktikan betapa besarnya kontribusinya bagi klub. Selama 18 tahun, ia menjadi salah satu pilar utama di bawah mistar gawang tim berjuluk The Wanderers itu.
Setelah pensiun dari dunia sepak bola pada 1983, Parkes tidak lantas meninggalkan Wolves. Ia justru aktif mengabdi di komite asosiasi mantan pemain Wolves dan terus menjaga kehangatan hubungan antarrekan legenda klub. Dedikasinya yang konsisten itu akhirnya berbuah penghargaan ketika ia dilantik ke dalam hall of fame Wolves pada 2023.
Jejak Parkes di Eropa dan Amerika Utara
Debut Parkes di tim utama Wolves terjadi pada 1966, dan sejak saat itu ia menjadi andalan di posisi penjaga gawang. Salah satu momen terbaiknya adalah ketika ia membantu Wolves melaju hingga final Piala UEFA pada 1972. Namun, di partai puncak tersebut Wolves harus mengakui keunggulan Tottenham Hotspur dengan kekalahan agregat.
Setelah meninggalkan Wolves, Parkes melanjutkan karier bermainnya di Amerika Utara. Ia tercatat pernah membela Vancouver Whitecaps dan Chicago Sting sebelum akhirnya memutuskan pensiun pada 1983. Perjalanan kariernya yang panjang itu menunjukkan konsistensi dan kualitas luar biasa yang dimiliki Parkes selama lebih dari dua dekade berkecimpung di dunia sepak bola.
Kenangan John Richards untuk Sang “Lofty”
John Richards, mantan rekan setim Parkes di Wolves, mengungkapkan kesedihan mendalamnya atas kepergian sahabatnya itu. Richards mengaku pagi harinya dipenuhi telepon dari mantan pemain dan teman-teman Parkes yang ingin menyampaikan doa serta dukungan terbaik untuk keluarga. “Ini hari yang menyedihkan,” ujarnya kepada BBC Radio WM.
Richards juga mengingatkan betapa lamanya Parkes telah menjadi bagian dari keluarga Wolves, hampir 70 tahun. Ia menyebut kepergian Parkes sebagai kehilangan besar bagi klub. “Dia adalah salah satu orang yang selalu ada di belakangmu. Penampilannya memang tampak menakutkan, tapi kenyataannya justru sebaliknya,” kenang Richards.
“Dia adalah raksasa yang lembut, sampai salah satu temannya dalam masalah dan dia ada di sana untuk melindungi semua orang,” lanjutnya. Parkes dikenal dengan julukan Lofty atau “si besar”, dan Richards menegaskan bahwa julukan itu memang menggambarkan kepribadiannya dengan tepat. “Dia punya hati yang besar pula,” tambah Richards.
Kondisi Parkes Sebelum Meninggal dan Penghormatan dari Klub
Wolverhampton Wanderers telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kepergian sang legenda. Dalam keterangannya, klub mengungkapkan bahwa Parkes sempat mengalami jatuh di rumahnya pada 2025, yang kemudian menyebabkannya menjalani pengawasan medis hingga akhir hayatnya. Kabar ini tentu semakin menambah duka bagi keluarga dan seluruh pendukung Wolves.
“Pikiran dan doa kami tertuju kepada orang-orang terkasih Lofty di masa duka ini. Detail penghormatan lebih lanjut dari klub akan menyusul,” demikian bunyi pernyataan resmi Wolves. Sebelumnya, pada 2023, Parkes telah dilantik ke dalam hall of fame klub sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya selama puluhan tahun. Kini, para penggemar dan mantan rekan setimnya berharap sang legenda mendapatkan penghormatan terakhir yang layak.
Kepergian Phil Parkes meninggalkan duka yang mendalam, tetapi warisan dan kenangan tentangnya akan terus hidup di hati para penggemar Wolves. Dari pengabdiannya yang nyaris 70 tahun hingga julukan Lofty yang melekat erat, Parkes akan selalu dikenang sebagai salah satu putra terbaik Wolverhampton Wanderers. Selamat jalan, Lofty.
