Penalti kontroversial Youri Tielemans pada menit ke-124+44 menjadi pahlawan Belgia saat membalikkan keadaan melawan Senegal di babak 16 besar Piala Dunia. Gol itu sekaligus menjadi gol terakhir dalam sejarah Piala Dunia. Kemenangan dramatis ini mengantar Belgia ke babak 16 besar untuk bertemu Amerika Serikat.
Kebangkitan Dramatis dari Ketertinggalan 2-0
Senegal sempat unggul 2-0 melalui gol Habib Diarra dan Ismaila Sarr. Sarr hampir membuat Belgia makin terpuruk dengan tembakan yang mengenai tiang gawang dua kali. Namun, Belgia perlahan bangkit. Romelu Lukaku mencetak gol pada menit ke-86 memanfaatkan umpan Thomas Meunier. Tak lama berselang, Tielemans menyamakan kedudukan dengan sundulan keras memanfaatkan umpan silang Leandro Trossard.
Ketika pertandingan memasuki perpanjangan waktu, Belgia terus menekan. Penalti kontroversial Tielemans terjadi setelah wasit Saíd Martínez meninjau VAR. Lamine Kamara dianggap melanggar Tielemans di kotak penalti. Tielemans dengan tenang mengeksekusi penalti dan memastikan kemenangan Belgia.
Peran Kunci Pemain Pengganti Garcia
Pelatih Belgia Rudi Garcia melakukan sejumlah perubahan strategis. Ia memasukkan Lukaku, Dodi Lukebakio, dan Nico Raskin di babak kedua. Keputusan ini membuahkan hasil saat Lukaku dan Tielemans mencetak gol. Garcia mengakui bahwa perdebatan sengit antara Tielemans dan Trossard saat jeda minum justru menjadi pemicu semangat tim.
“Saya tidak tahu kenapa mereka bertengkar, tapi saya suka itu – kami butuh kegigihan seperti itu di lapangan,” ujar Garcia. “Kami harus solid dan bertarung untuk mendapatkan hasil.”
Penalti Kontroversial Tielemans jadi Penentu
Penalti kontroversial Tielemans menjadi sorotan utama pertandingan. Wasit awalnya tidak menganggap pelanggaran, namun setelah meninjau monitor VAR, ia menunjuk titik putih. Pemain Senegal memprotes keras, namun penalti tetap dieksekusi. Tielemans, yang juga mencetak gol penyeimbang, menjadi pahlawan Belgia.
Di sisi lain, kiper Thibaut Courtois melakukan penyelamatan krusial yang mencegah Senegal mencetak gol ketiga. Jika tidak, cerita mungkin berbeda. Courtois gemilang menggagalkan peluang Sadio Mané enam menit sebelum waktu normal berakhir.
Reaksi Pelatih dan Pemain
Pernyataan Pape Thiaw
Pelatih Senegal Pape Thiaw, yang pernah membawa Senegal ke perempat final Piala Dunia 2002, menerima kekalahan dengan lapang dada. “Ini kekalahan yang kejam. Kami unggul 2-0, tapi pertandingan tidak berakhir 85 menit. Belgia bangkit dan kami tidak mampu mengatasinya,” katanya. Thiaw menolak mengkritik keputusan wasit.
Keyakinan Rudi Garcia
“Sepak bola adalah emosi – tidak pernah kalah, kamu harus selalu percaya,” ujar Garcia. Ia menekankan bahwa perdebatan di dalam tim justru membuktikan semangat juang para pemainnya. “Hal terburuk adalah tidak mengatakan apa-apa dan mati, karena kami sangat ingin mengubah situasi.”
Kesimpulan
Penalti kontroversial Tielemans tidak hanya mengubah nasib Belgia di Piala Dunia, tetapi juga menegaskan bahwa keyakinan dan kegigihan bisa membalikkan keadaan. Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu drama terbaik turnamen. Belgia kini bersiap menghadapi Amerika Serikat di babak 16 besar.
