Momen Ikonik Cristiano Ronaldo Usai Pensiun dari Timnas

Author:

Momen ikonik Cristiano Ronaldo kembali menjadi perbincangan setelah ia menyatakan karier internasionalnya bersama Portugal berakhir. Menurut laporan yang dirangkum dari BBC Sport, pemain berusia 41 tahun itu akan melanjutkan karier di level klub bersama Al-Nassr. Dalam laporan tersebut, dorongan utama Ronaldo saat ini adalah mengejar 1.000 gol sepanjang karier, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi; ia kini berada di angka 985.

Keputusan ini menutup babak panjang bersama timnas Portugal, termasuk sederet rekor yang membuatnya menjadi salah satu pesepak bola paling berpengaruh. Meski demikian, cerita Ronaldo tidak berhenti di timnas karena ia masih aktif di klub dan memiliki target pribadi yang sangat ambisius. Bagi pembaca yang mengikuti perjalanannya, momen-momen besar dari Sporting, Manchester United, Real Madrid, Juventus, hingga Al-Nassr menjadi konteks penting untuk memahami warisannya. BBC Sport pun menyorot sejumlah momen paling ikonik dari karier yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.

Pensiun dari Timnas Portugal dan Target 1.000 Gol

Pernyataan Ronaldo bahwa karier internasionalnya selesai membuatnya tidak lagi memperkuat Portugal, tetapi ia tetap bermain di level klub. Laporan menyebut usia 41 tahun tidak serta-merta membuatnya berhenti, karena ia masih punya misi bersama Al-Nassr. Target terbesarnya kini adalah mencapai 1.000 gol sepanjang karier, angka yang belum dicapai pemain mana pun dalam laporan tersebut.

Saat ini Ronaldo berada di 985 gol, sehingga ia hanya berjarak 15 gol dari target tersebut. Dalam laporan BBC Sport, ia bahkan disebut baru-baru ini menegaskan bahwa dirinya membidik angka 1.000. Rincian golnya tersebar di Sporting (5), Real Madrid (450), Manchester United (145), Juventus (101), Al-Nassr (138), dan Portugal (146).

Angka itu menunjukkan bahwa pensiun dari timnas bukan berarti akhir dari ambisi Ronaldo. Justru, keputusan tersebut dapat membebaskan energinya untuk mengejar target di level klub dan menjaga performa di usia yang tidak lagi muda. Namun, pesaing terdekatnya, Lionel Messi, berada di 931 gol, sehingga Ronaldo disebut tidak bisa berlama-lama jika ingin tetap menjadi yang teratas.

Momen Ikonik Cristiano Ronaldo yang Mengubah Karier

Salah satu titik balik paling penting terjadi pada 2003, ketika Ronaldo masih bermain untuk Sporting. Setelah 31 pertandingan tim utama dan lima gol, ia menarik perhatian Manchester United dalam laga persahabatan pramusim di Lisbon dan membantu dua gol dalam kemenangan 3-1. Setelah laga itu, Alex Ferguson disebut membawanya ke ruang ganti untuk bertemu para pemain, dan lima hari kemudian Ronaldo bergabung dengan United dengan nilai 12 juta poundsterling.

Ferguson kemudian menuturkan bahwa para pemain United terus membicarakan Ronaldo dan mendesaknya merekrut pemain muda itu dalam perjalanan pulang. Ia menilai Ronaldo sebagai salah satu pemain muda paling menarik yang pernah ia lihat. Kepercayaan itu menjadi awal dari salah satu karier paling gemilang dalam sejarah sepak bola modern.

Di United, Ronaldo memenangi Piala FA pada musim pertamanya dan mencetak gol di final melawan Millwall. Namun ledakan performanya terjadi pada 2006-07, saat ia mencetak 17 gol Premier League, masuk dua digit untuk pertama kali, dinobatkan sebagai pemain terbaik dan pemain muda terbaik, serta meraih gelar liga pertamanya. Musim berikutnya bahkan lebih baik karena ia memenangi Liga Champions pertama, mencetak gol di final, meraih Sepatu Emas Eropa pertama sebagai top skor, dan menambah satu lagi gelar liga.

Pada 2009, dalam spell pertamanya di United, Ronaldo menorehkan 118 gol dalam 292 pertandingan. Salah satunya menjadi sangat terkenal: tembakan jarak 40 yard ke sudut atas gawang Porto di tanah kelahirannya, yang membawa United ke semifinal Liga Champions. Gol itu memenangi Puskas Award FIFA perdana untuk gol terbaik tahun ini, dan beberapa bulan kemudian Ronaldo pindah ke Real Madrid dengan nilai 80 juta poundsterling.

Dari Trofi Pertama di Real Madrid hingga Euro 2016

Musim pertama Ronaldo di Real Madrid tidak menghasilkan trofi, sedangkan musim keduanya hanya menghadirkan Copa del Rey. Final itu istimewa karena menjadi kali pertama Ronaldo mencetak gol kemenangan di sebuah final. Golnya lahir di El Clasico, salah satu dari empat pertemuan dalam 18 hari di semua kompetisi, ketika ia menyundul bola di tiang jauh dari umpan Angel di Maria pada perpanjangan waktu untuk membawa Real mengalahkan Barcelona 1-0.

Pada Oktober 2015, Ronaldo yang saat itu berusia 30 tahun mencetak gol dalam kemenangan 3-0 La Liga atas Levante. Gol tersebut menjadikannya top skor sepanjang masa Real Madrid dengan 324 gol dalam 310 pertandingan. Musim 2015-16 kemudian menjadi musim keenam berturut-turut ia mencetak 50 gol atau lebih di semua kompetisi, dan ia menutup karier Real dengan 450 gol dalam 438 laga.

Satu hal yang masih hilang dari CV Ronaldo adalah kesuksesan internasional, dan itu datang pada 2016 ketika Portugal menjuarai Euro dengan mengalahkan tuan rumah Prancis 1-0 di final di Paris. Ronaldo sempat keluar karena cedera sambil menangis pada pertengahan babak pertama, lalu mengambil peran sebagai semacam pelatih tidak resmi dari pinggir lapangan. Ia masuk tim turnamen setelah menyumbang tiga gol dan tiga assist, dan pensiun sebagai top skor sepanjang masa Euro dengan 14 gol; Portugal sendiri belum pernah menjuarai Piala Dunia.

Rekor Ballon d’Or, Liga Champions, dan Gol Bicycle Kick

Pada 2017, Ronaldo memenangi Ballon d’Or kelima, menyamai rekor Lionel Messi saat itu, setelah meraih Liga Champions dan La Liga 2016-17. Ia mencetak dua gol di final Eropa melawan Juventus. Penghargaan itu menyusul gelar pemain terbaik dunia pada 2008, 2013, 2014, dan 2016; namun Messi kemudian menambah tiga Ballon d’Or lagi sehingga rivalitas pribadi mereka berakhir dengan keunggulan Messi 8-5.

Ronaldo menjadi pemain pertama yang mencetak 100 gol Liga Champions melalui hat-trick pada leg kedua perempat final 2016-17 melawan Bayern Munich. Sampai saat itu, hanya Messi dan Robert Lewandowski yang bergabung dalam kelompok pemain dengan 100 gol tersebut. Ronaldo kemudian mengakhiri catatan dengan 141 gol dalam 187 pertandingan, juga sebuah rekor, dan selama enam musim berturut-turut menjadi top skor atau joint top skor turnamen.

Pada 2018 datang salah satu momen paling ikonik dalam karier Ronaldo, yang mungkin juga menjadi salah satu gol Liga Champions terbaik yang pernah ada. Di perempat final melawan Juventus, ia melompat dan melepaskan bicycle kick akrobatik ke sudut gawang. Bahkan pendukung Juventus berdiri memberi tepuk tangan kepada pemain yang beberapa bulan kemudian bergabung dengan klub mereka, meski gol itu hanya nomor dua di Puskas Award di bawah gol Mohamed Salah untuk Liverpool melawan Everton.

Ronaldo memenangi dua gelar La Liga dan dua Copa del Rey di Real Madrid, tetapi status legenda sejatinya terbangun di kompetisi klub Eropa. Ia sudah menjuarai Liga Champions pada 2008 bersama United dan menambah empat gelar bersama Real. Yang pertama pada 2014, lalu tiga kali berturut-turut pada 2016, 2017, dan 2018, termasuk final melawan Liverpool di era Gareth Bale dan Loris Karius, sehingga ia menjadi pemain pertama yang memenangi Liga Champions lima kali; setelah kepergiannya, mantan rekan setimnya Toni Kroos, Dani Carvajal, Luka Modric, dan Nacho mencapai enam gelar.

Rekor Gol Internasional dan Pengejaran 900 hingga 1.000 Gol

Rekor gol internasional putra sempat terasa mustahil dipecahkan ketika Ali Daei mencetak 109 gol untuk Iran antara 1993 dan 2006. Namun pada 2021, dua sundulan Ronaldo di akhir pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Republik Irlandia membawanya ke 111 gol. Ia terus menambah koleksi dan mengakhiri karier internasional dengan 146 gol dalam 234 caps, yang juga menjadi rekor penampilan internasional.

Pada 2024, Ronaldo menciptakan sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak 900 gol sepanjang karier di level tertinggi ketika Portugal mengalahkan Kroasia. Sebelumnya ia terus mencetak gol untuk Juventus, pada periode kedua di Manchester United, dan di Al-Nassr, meski tidak selalu mampu mengulang momen-momen ajaib dari masa lalu. Angka tersebut kini telah berkembang menjadi 985, sehingga target 1.000 gol tinggal selisih 15.

Rincian golnya memperlihatkan betapa panjang perjalanan Ronaldo: lima untuk Sporting, 450 untuk Real Madrid, 145 untuk Manchester United, 101 untuk Juventus, 138 untuk Al-Nassr, dan 146 untuk Portugal. Ia belakangan menegaskan bahwa dirinya membidik angka 1.000. Namun Messi, rival lamanya, berada di 931 gol sebagai pencetak gol tertinggi kedua sepanjang masa, sehingga Ronaldo tidak bisa berjalan terlalu lambat.

Dampak Pensiun Ronaldo bagi Portugal dan Sepak Bola Dunia

Pensiunnya Ronaldo dari timnas Portugal menutup era yang sangat panjang dan sarat rekor. Ia pergi sebagai top skor sepanjang masa Euro dengan 14 gol dan pemegang rekor penampilan internasional, dua capaian yang sulit ditandingi dalam waktu dekat. Bagi Portugal, tantangan berikutnya adalah menjaga daya saing tanpa sosok yang selama bertahun-tahun menjadi pusat perhatian dan sumber gol.

Di level klub, keputusan ini membuat Ronaldo bisa lebih fokus bersama Al-Nassr dan pengejaran 1.000 gol. Target itu bukan sekadar angka, tetapi juga penanda daya tahan karier yang luar biasa di usia 41 tahun. Jika tercapai, pencapaian tersebut akan menambah lapisan baru pada warisan yang sudah dipenuhi trofi dan rekor individu.

Kisah Ronaldo juga tidak bisa dilepaskan dari rivalitasnya dengan Messi, yang sampai sekarang masih menjadi pembanding utama. Meski Ronaldo unggul dalam jumlah gol internasional dan sejumlah rekor Liga Champions, Messi tetap memiliki keunggulan dalam Ballon d’Or. Perbandingan itu akan terus hidup bahkan setelah Ronaldo berhenti memperkuat Portugal.

Ke depan, perhatian akan tertuju pada dua hal: apakah Ronaldo benar-benar mencapai 1.000 gol, dan bagaimana Portugal membangun tim tanpa dirinya. Laporan BBC Sport menyebut Portugal belum pernah menjuarai Piala Dunia, sehingga ambisi internasional negara itu tetap terbuka untuk generasi berikutnya. Sementara bagi Ronaldo, setiap gol tambahan di Al-Nassr akan mendekatkan dirinya pada tonggak yang belum pernah diraih siapa pun.

Secara keseluruhan, pensiunnya Cristiano Ronaldo dari timnas Portugal bukan akhir dari cerita, melainkan pergantian babak. Momen ikonik Cristiano Ronaldo—dari laga persahabatan yang mengubah nasibnya, gol jarak jauh ke gawang Porto, sundulan di El Clasico, hingga bicycle kick melawan Juventus—tetap menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola. Rekor-rekornya di Liga Champions, Euro, dan timnas Portugal memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di generasinya.

Kini fokus beralih ke Al-Nassr dan misi mengejar 1.000 gol, dengan 985 gol sudah terkumpul. Jika target itu tercapai, Ronaldo akan menutup karier dengan tonggak yang sulit dibayangkan sebelumnya. Apa pun hasilnya, perjalanan dari Sporting hingga menjadi legenda Real Madrid dan Portugal telah memberi cukup alasan bagi publik sepak bola untuk terus mengikuti langkahnya.