Duel Rice vs Ødegaard: Persahabatan Arsenal Ditangguhkan di Inggris vs Norwegia

Author:

Pertemuan Dua Arsitek Arsenal di Panggung Dunia

Momen langka terjadi ketika dua sahabat sekaligus rekan setim harus saling berhadapan demi negara masing-masing. Declan Rice dan Martin Ødegaard, dua pilar utama Arsenal yang telah berjalan bersama sebanyak 117 kali, kini bersiap untuk pertemuan ke-118 yang terasa berbeda. Dalam laga panas Inggris vs Norwegia di perempat final Piala Dunia, persahabatan yang erat itu untuk sementara harus dikesampingkan. Keduanya sama-sama berada di puncak karier, dan duel Rice vs Ødegaard ini bisa menjadi penentu siapa yang melaju ke semifinal.

Rice dan Ødegaard lahir hanya berselisih 28 hari, namun karena Ødegaard lebih awal masuk tim senior Norwegia, mereka tak pernah bertemu di level usia muda. Sebagian besar bentrok mereka terjadi di sesi latihan intensif Mikel Arteta di London Colney, di mana keduanya diandalkan untuk menjadi contoh. Sekarang, mereka akan membawa gaya kepemimpinan yang berbeda untuk membakar semangat tim nasional masing-masing.

Martin Ødegaard: Kapten yang Tenang tapi Berpengaruh

Ødegaard memimpin dengan contoh nyata, bukan dengan teriakan. Sejak Ståle Solbakken menunjuknya sebagai kapten Norwegia pada 2021 saat usianya baru 22 tahun, tim nasional mengalami peningkatan signifikan. Setahun kemudian, Arteta memberikan ban kapten yang sama di Arsenal, menandai era baru setelah masa-masa kontroversial Pierre-Emerick Aubameyang. “Saya tidak ingin kapten lain selain Martin,” puji Rice pada Mei 2025. “Dia bisa tampil di panggung terbesar. Kami selalu bersamanya.” Namun kekaguman itu harus ditahan setidaknya selama 90 menit di Miami.

Peran Bebas Ødegaard di Norwegia

Menurut Solbakken, Ødegaard memiliki peran yang lebih bebas di tim nasional dibandingkan di Arsenal. “Mungkin dia punya sedikit lebih banyak kebebasan dalam tim kami,” ujar Solbakken. “Itu karena pengalamannya yang luar biasa. Di Arsenal, ada pemain seperti Rice dan Zubimendi yang bisa berbagi tanggung jawab. Di sini kami memberikan beban lebih padanya, dan saya pikir dia menikmatinya.” Ødegaard menunjukkan performa tajam setelah dikritik di laga pembuka melawan Irak, dan ia menjadi motor permainan saat Norwegia mengalahkan Brasil di babak 16 besar.

Declan Rice: Pisau Serbaguna Inggris yang Tak Kenal Lelah

Rice, wakil kapten Inggris dan bagian dari kelompok kepemimpinan Arteta, telah menjadi figur sentral bagi klub dan negara. Ia bertahan sepanjang laga bersejarah di Azteca, mengabaikan kartu kuning awal serta cedera hamstring dan punggung bawah yang sudah mengganggunya selama berbulan-bulan. Pertandingan ke-66 di musim itu bukanlah sesuatu yang mudah, namun Rice terus berjuang, bahkan melakukan blok di menit-menit akhir. “Dia selalu memberikan segalanya untuk tim, memperebutkan setiap bola, membawa energinya ke lapangan,” puji Ødegaard tentang Rice.

Kemungkinan Rice Menjadi Kapten di Masa Depan

Banyak yang membayangkan Rice akan menggantikan Harry Kane sebagai kapten Inggris ketika Kane pensiun. Tidak berlebihan juga jika suatu hari ia mengambil alih ban kapten Arsenal dari Ødegaard. Setelah kekalahan dari Manchester City pada pertengahan April, Rice berbisik kepada Ødegaard, “Belum selesai.” Mentalitas pantang menyerah itulah yang membuat Rice sangat diandalkan. Dalam duel Rice vs Ødegaard nanti, ia kemungkinan akan ditugaskan untuk mematikan permainan Ødegaard, seperti yang ia lakukan terhadap gelandang muda Meksiko, Gilberto Mora.

Persahabatan yang Diuji di Lapangan

Meskipun tidak selalu bersama di luar Arsenal, hubungan Rice dan Ødegaard sangat kuat dan semakin erat berkat keberhasilan bersama. Namun kali ini, salah satu dari mereka harus tersingkir di depan garis finis. “Sungguh menyenangkan bisa berbagi lapangan dengannya,” kata Ødegaard. Waktu yang akan menjawab siapa yang paling menikmati hasil akhir duel Inggris vs Norwegia di perempat final Piala Dunia ini.

Pertandingan di Miami yang panas tidak hanya menentukan siapa yang lolos, tetapi juga menjadi panggung bagi dua sahabat yang harus saling mengalahkan demi mimpi terbesar. Rice dan Ødegaard sama-sama tahu: persahabatan bisa ditunda, tapi ambisi juara tidak bisa dinegosiasikan.